TUJUAN HIDUP DAN TUJUAN PENDIDIKAN

A. PRINSIP DASAR TENTANG KEHIDUPAN YANG BAIK.
John Dewey menyebutkan bahwa perbedaan yang jelas antara mahluk hidup dan benda mati adalah bahwa mahluk hidup memelihara kelanjutan hidupnya dengan terciptanya pembaharuan dalam dirinya. Dan mahluk tidak hidup atau benda mati tentu sebaliknya. Diantara mahluk hidup itu terdapat manusia, manusia itu selama hidupnya berusaha dan berjuang untuk memanfaatkan alam sekitarnya, terutama sekali dia mempergunakan daya dan tenaga alam untuk kepentingan dirinya.
Hidup bagi mahluk hidup adalah proses pembaharuan diri sendiri melalui tindakannya mengendalikan lingkungannya.
Kalau kita tinjau kehidupan manusia itu dari zaman ke zaman sampai ke zaman modern dewasa ini maka kita akan melihat kenyataan sebagai berikut :
1. Tujuan hidup dari manusia purbakala tidaklah jelas, atau hampir tidak ada sama sekali, paling-paling untuk mencari makan untuk mengisi perut setiap hari dan melindungi diri, dan keluarganya dari serangan binatang buas dan mara bahaya. Akan tetapi pendidikan sangat sederhana dalam lingkungan keluarga walaupun dengan bahasa yang sangat primitif.
2. Setelah sejarah kehidupan umat manusia meningkat dan manusia telah mengenal peralatan-peralatan terbaru, besi, perunggu maka dapatlah kita bayangkan bahwa kehidupan manusia itu juga meningkat dan bertambah banyak naik jumlah maupun variasinya. Setelah umat manusia mengenal agama, maka kesejahteraan yang mereka tuju bukan lagi hanya kesejahteraan lahiriah belaka akan tetapi juga mendambakan

kemakmuran dan kesejahteraan sosial, moral, dan spiritual.
3. Demikian juga di abad 20 ini kita melihat banyaknya hal-hal yang dibutuhkan manusia dan betapa beraneka ragamnya keperluan hidup manusia modern dan berapa besarnya kesanggupan manusia itu untuk melakukan segala daya dan upaya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
B. TUJUAN PENDIDIKAN
1. Tujuan pendidikan pada umumnya menurut John Dewey adalah :
1. Tujuan yang telah ada mestinya menciptakan perkembangan yang lebih baik dari pada kondisi-kondisi yang telah ada sebelumnya.
2. Tujuan itu harus fleksibel (dapat menyesuaikan dengan keadaan).
3. Tujuan itu harus mewakili kebebasan aktivitas.
Seorang pendidik sama seperti seorang petani, mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukannya, dan banyak pula sumber-sumber sebagai asal usul dari pekerjaannya yang harus di perhatikannya. Seorang pendidik akan mustahil jika menjadikan tujuannya sendiri sebagai objek yang pantas untuk pertumbuhan anak-anak.
Mengenai tujuan pendidikan terdapat beberapa macam ketentuan :
1. Tujuan pendidikan harus ditegakkan di atas aktivitas dan keperluan sesungguhnya.
2. Suatu tujuan haruslah dapat di artikan sebagai metode untuk bekerja sama dengan aktivitas anak didik. Tujuan ini harus memprakarsai terciptanya suatu situasi yang diperlukan untuk memberi kebebasan pada anak.
3. Para pendidik haruslah berhati-hati terhadap tujuan yang menurut perkiraan bersifat umum. Karena setiap aktivitas berapapun spesifiknya, jelas masih tetap bersifat umum dalam hubungan yang bercabang dan beraneka ragam itu, sebab dia secara tidak teratur telah mengantar seorang pada maksud lain.
2. Tujuan tertinggi dari pendidikan.
Adapun penonjolan dari pribadi (self realization) atau sebagaimana dikatakan orang bahwa pendidikan itu harus bertujuan untuk menyempurnakan pribadi seseorang. Kesempurnaan itu bisa di samakan dengan cita-cita yang berdasarkan pandangan agama.
Perlu ditekankan bahwa penonjolan diri pribadi itu tidak boleh dikacaukan dengan penampilan diri (self expression).



Related Posts by Categories



0 Responses to "TUJUAN HIDUP DAN TUJUAN PENDIDIKAN"

Poskan Komentar